Kebakaran kampung adat Nggela 29 Oktber 2018, menorehkan duka mendalam bagi masyarakat adat setempat. Air mata duka Nggela kemudian memancing kepedulian pelbagai komponen masyarakat NTT umumnya dan masyarakat Kabupaten Ende khususnya. Lembaga-lembaga Gereja juga tak tinggal diam menyikapi penderitaan yang dialami sebagian umat Paroki Nggela. Bantuan mengalir ke Nggela dari pelbagai pihak, entah yang domotori oleh lembaga pemerintahan, Swasta dan juga lembaga keagamaan. Gereja Katolik turut mengambil bagian dalam upaya meringankan beban umat paroki Nggela yang merupakan bagian dari wilayah Yurisdiksi Keuskupan Agung Ende. Stipar Ende sebagai salah satu lembaga pendidikan Keagaamaan Katolik milik Keuskupan Agung Ende turut mengambil bagian dalam meringankan beban sebagian umat Paroki Nggela yang mengalami musibah.

Stipar Ende dengan dikoordinasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) juga tergerak untuk membantu umat Paroki Nggela. Segenap civitas Akademika Stipar Ende ambil bagian dalam kegiatan donasi untuk umat paroki Nggela. BEM Stipar mengumpulkan sejumlah uang dari para mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan. Donasi ini berhasil mengumpulkan uang sebesar 1,5 juta rupia.  Sumbangan diserahkan melalui Pastor Paroki Nggela, RD. Ferdinandus Nay Ngebu di sela-sela kegiatan rekolekasi bulanan. “Terima Kasih untuk Stipar Ende yang telah mengambil bagian dalam meringankan beban umat saya di paroki Nggela.  Saya akan menyampaikan bantuan berupa uang tunai ini kepada panitia Peduli Nggela”, demikian kata Pastor Paroki Nggela. Acara serah-terima bantuan ini, juga dihadiri oleh dosen kemahasiswaan, Bapak Kristoforus Kopong. Kristoforus  Kopong menyampaikan, “hanya ini yang bisa kami beri sebagai wujud kepeduliaan kami terhadap kemanusiaan”. Harapannya semoga umat di Nggela tabah dan kuat menghadapi penderitaan ini. (Wil).

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *