Stipar Ende merayakan misa perutusan 52 mahasiswa (katekis) tahun akademik 2017/2018 di Kapel Sta. Katarina dari Alexandria, Rabu (27/7). Perayaan Ekaristi mengusung tema, “Katekis, menjadi pewarta tanpa pamrih”, dipimpin oleh Uskup Agung Ende, Mgr. Vinsennsius Sensi Potokota. Dalam kotbahnya Uskup Agung Ende menegaskan bahwa pamrih adalah suatu keinginan, kecenderungan dan dorongan batiniah untuk memperoleh sesuatu demi kepentingan diri. Lalu pamrih dikaitkan dengan apa yang dikenal dengan kerja, usaha. Tetapi panggilan menjadi pelayan mengharuskan seorang katekis untuk memilih antara bekerja dengan pamrih dan bekerja tanpa pamrih. Uskup Sensi menambahkan: “saya berbuat sesuatu dengan pamrih atau tanpa pamrih, tetapi kalau kita mau jujur mayoritas manusia banyak yang memilih untuk bekerja karena alasan pertama yakni karena pamrih”. Tetapi Uskup Sensi pada bagian lain menguatkan dan memurnikan motivasi para katekis dengan mengatakan bahwa Tuhan telah membuktikan bahwa ada cukup banyak orang yang memilih untuk bekerja, berbuat sesuatu, mencari sesuatu dan berkeringat dengan tanpa pamrih.

Sementara itu, Ketua Stipar Rd. Frederikus Dhedhu, dalam acara resepsi bersama mengatakan bahwa menjadi katekis tanpa pamrih adalah sebuah panggilan sekaligus adalah tantangan. panggilan berhubungan dengan kekuatan Tuhan yang telah diberikan kepada Katekis, sehingga mereka mampu menjalankan tugas. Sedangkan pada bagian lain, mengenai tantangan, Rd. Frederikus Dhedhu, mengungkapkan bahwa para katekis akan mengalami kesulitan-kesulitan dalam pelayanan. Tetapi tantangan dan kesulitan adalah motivasi untuk memurnikan panggilan seseorang untuk menjadi katekis tanpa pamrih.

Selanjutnya, Wakil Orang Tua mahasiswa dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkorban demi mendidik anak-anak hingga suskses. Ia berharap kepada civitas akademik Stipar agar, “jangan cepat puas dengan apa yang telah diraih karena kesuksesan yang diraih  saat ini bukanlah akhir sebuah perjuangan, melainkan awal perutusan menjadi pelayan kasih Allah  kepada orang-orang yang mendambakan uluran kasih Allah melalui pelayanan tanpa pamrih”. Acara resepsi berlangsung meriah dengan selingan lagu-lagu daerah yang dibawakan oleh paduan suara Sta. Sisilia di bawah asuhan Rd. Yance Sengga. Proficiat untuk 52 katekis baru. (wil)

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *